Integritas Dalam Kepemimpinan
“
|
Kualitas kepemimpinan yang
tertinggi tentu saja integritas. Tanpa integritas, tidak ada kemungkinan
terjadinya keberhasilan rill, apakah dalam hal sebuah “geng” kampung, sebuah
lapangan sepakbola, dalam suatu pasukan tentara, atau sebuah kantor.” (Dwight
D. Eisenhower)
Berbicara
tentang kepemimpinan tidak sekedar pada persoalan kesanggupan dan kemampuan
seorang pemimpin dalam merekrut dan memperbanyak pengikut yang secara umum
telah kita ketahui bersama, akan tetapi ada beberapa poin penting yang juga
harus tertanam dalam jiwa seorang pemimpin jika ingin proses berjalannya
kepemimpinan yang di nahkodainya dikatakan berhasil atau sukses.
Sebagaimana yang telah dinyatakan
pada kalimat pembuka di atas bahwa puncak tertinggi dari sebuah kepemimpinan
adalah integritas, dalam beberapa uraian dikatakan bahwa seseorang yang berada
pada posisi kepemimpinan maka hal-hal seperti integritas, visi, dan bela rasa
adalah hal yang wajib hukumnya dimiliki oleh pemimpin guna mencapai posisi
tertinggi dalam kepemimpinannya.
Tiga karakteristik tersebut adalah
poin yang terdapat dalam pribadi seorang pemimpin yang akan memberikan warna
dan dinamika yang progresif dalam sebuah kepemimpinan khususnya dalam sebuah
level kepemimpinan organisasi atau lembaga.
Apabila
seorang pemimpin dengan integritas yang tidak betul maka dapat dikatakan bahwa
organisasi yang dipimpinnya tinggal menunggu waktu dari kehancuran organisasi
tersebut.
Akan
tetapi tidak sampai disitu seseorang pemimpin yang yang memilki integritas juga
harus didukung oleh kemampuan membaca situasi dan kondisi yang akan dihadapinya
maka dari itu untuk melengkapi hal tersebut dalam sebuah kepemimpinan selain
integritas harus pula terdapat visi yang baik untuk pengembangan organisasi
yang dipimpinnya.
Oleh : Abdul Gafur Ibrahim
Komentar
Posting Komentar